Mental Baja dan Kecerdikan Pelatih yang Lebih Banyak Bicara

by admin on 3 months ago




IJL.Com- Laga babak penyisihan grup terakhir IJL Mayapada 2018 (U-9) menghadirkan banyak nama yang tidak hanya mencuri mata penonton tetapi juga punya peran besar membawa timnya keluar meraih hasil menawan. Spirit tinggi serta mental baja mulai terlihat di atas lapangan.




Kiper:


Dafa Prawiranata (CISS)

Dafa semakin membuktikan CISS tidak hanya tajam di sektor depan tapi juga kokoh dalam urusan pertahanan. Mencatatkan rekor clean sheet di pekan kedelapan dengan aksi-aksi menawan. Salah satunya saat menghempaskan sepakan penalti Metro Kukusan hingga berujung pujian khusus dari pelatih tim lawan.






Bek: 



M Terry Darmawan (Bhayangkara Tigaraksa FS) 

The one and only, Terry semakin hari terus membuktikan kelasnya sebagai bek paling berpengaruh di IJL Mayapada 2018 (U-9). Bermain dalam kondisi cuaca terik panas maupun hujan, ia ciptakan garansi aman di lini belakang Bhayangkara Tigaraksa FS. Pekan kedelapan kemarin, barisan penyerang lawan dibuat mati kutu dengan gaya permainan disiplin dan body charge ala Terry.




Cholil Ghibran (CISS)

Bek berpostur kecil yang justru memudahkan dirinya mencuri bola dari pemain lawan. Tidak ragu dalam membantu alur serangan CISS jadi modal Cholil terpilih sebagai salah satu pemain terbaik di pekan kesembilan IJL Mayapada 2018. Salah satu gol krusial CISS ke gawang Metro Kukusan adalah buah akselerasi menawan dari bocah bernomor punggung 15 tersebut.




Farik Rizqi (Serpong Jaya)

Pemain yang punya fisik paling prima di kompetisi IJL Mayapada 2018 (U-9). Handal ditempatkan di sektor belakang namun juga lihai diberi peran sebagai seorang gelandang. Layaknya seorang libero, Farik bisa jadi pemutus serangan lawan dan mengendalikan rekan-rekannya melakukan counter attack. Pekan kedelapan ia membuktikan itu semua saat jumpa All Star Galapuri.





Gelandang:



Alfino David (Serpong City)

Kreator serangan Serpong City Soccer School di tengah absennya, Diego Andres Sinathrya. Vino kini semakin percaya diri diberi peran sebagai jenderal lapangan tengah skuat The Wolf. Semua serangan Serpong City bisa dibilang berawal dari pergerakannya dengan atau tanpa bola. Aktor penting kemenangan timnya saat jumpa All Star Galapuri.




Meldo Febryansyah (ASIOP Apacinti)

Pemain gesit nan lincah yang semakin sulit dihentikan terutama di sektor sayap kanan ASIOP Apacinti. Tidak hanya cepat, Meldo juga bisa dibilang cukup cepat ambil keputusan dan punya naluri gol sangat tinggi. Handal dalam duel one-by-one membuat Meldo sangat mudah masuk ke daerah kotak penalti tim lawan.




Evana Salim (CISS Soccer Skill)

Lagi-lagi Evan menunjukkan tajinya sebagai salah satu pemain dengan segudang talenta di IJL Mayapada 2018. Menariknya di pekan kesembilan kemarin, ia nampak lebih berani ambil peran sebagai gelandang tengah bukan sayap seperti biasanya. Hasilnya, gol manis dengan sundulan kepala ia catatkan gawang Parung Soccer School.




Prabowo Haidar (Ragunan SS)

Benar-benar pemain yang dibekali fighting spirit tinggi, membuat Ragunan SS dirasa sangat beruntung memiliki Haidar. Cetak hat-trick ke gawang Garuda Muda Soccer Academy, pemain yang bisa dibilang paling banyak menguras keringat di pekan kesembilan lalu. Naluri golnya semakin terasah membuat Ragunan SS punya banyak opsi dalam urusan menggetarkan jala gawang lawan.




Prima Ardyasakti (Maesa Cijantung)

Gelandang yang tiba-tiba mencuat di pekan kesembilan kemarin. Punya postur cukup tinggi memudahkan dirinya melakukan keeping ball. Prima bisa jadi pembagi bola yang sangat baik untuk rekan-rekannya di Maesa Cijantung. 80 persen gol Maesa ke gawang GMSA adalah kontribusi pemain dengan nomor punggung 29 tersebut. Dua kali sang kapten mencatatkan namanya di papan skor.





Penyerang: 


Wahyu Sulthon (Ragunan SS)

Pemain yang paling banyak disebutkan namanya oleh komentator pertandingan selama pekan kesembilan IJL Mayapada 2018 (U-9) berlangsung. Bagaimana tidak sejak menit pertama laga Ragunan SS vs GMSA dibunyikan, bola sudah "terlanjur lengket" di kaki Wahyu. Mentalitasnya semakin terasah, cetak hat-trick ke gawang GMSA berbuah tiket play off 12 Besar.




Greyfaldi Abdul Manan (ASIOP)

Berungkali, Grey jadi aktor protagonis di skuat ASIOP Apacinti U-9. Pekan kesembilan kemarin, ia tidak hanya sekadar tajam mencetak gol namun juga mampu ambil peran sebagai seorang "pelayan" untuk rekan-rekan setimnya. Satu assist untuk Meldo jadi bukti Grey bukan pemain yang egois.





Pelatih:


Aep Supriyatna

Pelatih yang sangat jeli dan punya mental tinggi untuk memompa semangat bertanding anak-anak asuhannya saat sedang dalam keadaan terjepit. Ia menunaikan janjinya agar Ragunan SS U-9 bermain menyerang sejak peluit pertama dibunyikan. Tidak mematok pemain dalam satu posisi jadi kunci Ragunan SS pesta gol ke gawang Garuda Muda Soccer Academy. Prabowo Haidar Salman adalah bukti sahih kecerdasan Aep melakukan rotasi di setiap lini.





Cadangan:




Kiper: Ali Putra Kabaah (ASIOP)



Bek: Fabian Aviliano (Serpong City), Akhdan Dwi Putra (ASTAM), Ashara Banyudia (Pro: Direct Academy)



Tengah: Nayaka Aryasatya (ASIOP Apacinti), Noah Granell (ASIOP Apacinti), Fitrah Rahmadhani (Ragunan SS), Rizki Eka Saputra (Pelita Jaya), Risky Al Buchori (Metro Kukusan)



Depan: Azka Ghaisan (Serpong City), Raffy Fathurrahman (Bhayangkara Tigaraksa FS), Dzaki Fazli Rasyad (Serpong Jaya), Rainov Deffan ( RMD)


  • Tags