"Rayuan Pulau Kelapa" dalam Dada Manwir Singh




IJL.Com- Manwir Singh tak ragu mengungkapkan kecintaannya pada Indonesia. Lewat sepak bola, ia ingin menemukan makna lagu Rayuan Pulau Kelapa.

Tanah airku Indonesia, negeri elok amat kucinta. Tanah tumpah darahku yang mulia,yang kupuja sepanjang masa. Tanah airku aman dan makmur, pulau kelapa yang amat subur. Pulau melati pujaan bangsa, sejak dulu kala.

Lirik lagu di atas dengan judul Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki nampaknya sudah cukup menggambarkan rasa cinta Manwir Singh pada tanah kelahirannya, Indonesia. Padahal, kedua orangtua dan keluarga besarnya punya darah India tulen.

"Ayah dan ibu berdarah India, tapi kakek moyang saya sudah ada di Indonesia sejak jaman kolonial," ujar Manwir.

MANWIR SINGH

"Saya lahir dan besar di sini. Jadi lebih suka dipanggil orang Indonesia daripada India, saya cinta negara ini," tambah Manwir.


Akulturasi budaya India-Indonesia memang sudah mendarah daging berabad-abad lamanya. Termasuk dala dunia olahraga Tanah Air. 

Era 60-an misalnya, terselip sprinter keturunan India-Indonesia bernama Gurnam Singh. Catatannya tidak main-main, ia pernah mengibarkan Sang Saka Merah-Putih lewat raihan tiga medali emas Asian Games 1962. Konon, saat itu Presiden Soekarno sampai memberinya 20 ekor sapi dan dua unit mobil atas pencapaian yang diberikan Gurnam.

Jadi tidak heran, ada ikatan emosional pula antara Manwir dengan Indonesia. Ya, tak jauh berbeda dengan rekam jejak para leluluhurnya. 

Contoh sederhana lagi soal makanan, resep kuliner Indonesia dan India yang sama-sama kaya akan rempah membuat Manwir selalu merasa berada di "rumah". Favoritnya tak lain adalah nasi padang.

"Keluarga di rumah sering bikin masakan India, kalau dibandingkan dengan Indonesia menurut saya sama enaknya. Saya suka tahu, tempe, terutama nasi padang, jengkol juga enak," tutur Manwir sambil tertawa lepas.



Tak hanya lewat makanan, bentuk kecintaannya pada Indonesia pun ia sisihkan lewat sepak bola. Pilihannya tepat jatuh pada Villa 2000.

"Saya gabung di Villa 2000 sejak Agustus 2016," ujar Manwir.

"Villa 2000 memiliki cara sangat bagus untuk mendidik anak-anak asuhnya termasuk saya demi menjadi pemain yang berkualitas. Sebenarnya itu jadi alasan khusus gabung ke Black Orange," jelasnya lagi.



Saat pertama kali gabung di Villa 2000, Manwir sendiri berperan sebagai seorang striker. Namun lambat laun pos penjaga gawang menjadi jatahnya hingga saat ini.

Proses itu tengah dinikmati Manwir. Pasalnya, menjadi penjaga gawang membuat dirinya jauh lebih tertantang. Adrenalinnya seperti terus terpacu.

"Saya jauh lebih tertantang saat menjadi seorang kiper. Kebetulan saya sangat mengidolakan David de Gea," ujar penjaga gawang bertubuh jangkung itu.

"Sekarang saya benar-benar nikmati peran tersebut," sambungnya lagi.



Motivasi dan semangat Manwir makin menggebu-gebu manakala dirinya dapat kepercayaan menjadi bagian dari skuat Villa 2000 untuk kompetisi IJL Mayapada U-13. Ya, ada rasa bangga setiap kali dirinya menginjakkan kaki di Stadion Mini Cisauk.

Penuh dengan rasa optimis, itu yang paling terlihat dari Manwir saat melayani sesi wawancara dengan IJL News. Ia sendiri masih nampak yakin akan peluang Villa 2000 melaju ke fase knock-out 16 Besar.

"Saya bahagia bermain di Indonesia Junior League, jujur sangat-sangat bahagia dan bangga sekali ," ujar Manwir yang selalu diantar sang kakak jika sedang bertanding.

"Saya siap untuk laga selanjutnya melawan Ragunan Soccer School, terus dan terus berlatih. Saya dan teman-teman akan berjuang untuk bawa pulang poin tiga, kami masih yakin bisa lolos ke babak selanjutnya," tutupnya sambil tersenyum.



  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa