Tekuk Cipta Cendikia, IJL Elite Menyusun Kepingan Puzzle

by admin on 1 week ago




IJL.Com- Hasil laga uji coba perdana skuat IJL Elite kontra Cipta Cendikia FA berbuah senyum semringah dari sang pelatih, Mulyadi. Meramu benteng pertahanan jadi langkah paling awal.

Skuat IJL Elite yang tengah dipersiapkan untuk melakoni ajang Borneo Football Cup U-14, Malaysia, sudah mulai berkumpul menjalani pemusatan latihan pada Sabtu (7/9) di Lapangan Nirwana Park Sawangan. Didahului sesi latihan internal, satu laga uji coba kontra Cipta Cendikia Football Academy dilakoni Muhammad Tezar Briantama dan kawan-kawan.

Laga ketat berlangsung selama 3x25 menit, jual beli serangan mewarnai aroma rumput hijau. Saling berebut dominasi lini tengah, tidak hanya menguras fisik tetapi juga mental dan visi bertanding. Babak pertama ditutup skor kacamata.

Memasuki interval kedua, mesin IJL Elite mulai panas. Pertempuran alot di lini tengah semakin tidak bisa terhindarkan, beruntung IJL Elite punya pemain bertenaga kuda sekelas Dzaky Muhammad Fawwaz.

Satu gol diceploskan Dzaky ke gawang Cipta Cendikia. Memanfaatkan bola muntah sepakan Tezar, pemain yang biasa beroperasi di sektor gelandang bertahan itu berhasil melesat mencocor si  kulit bundar hingga membuat jala gawang lawan terkoyak.

"Man of match laga uji coba kali ini jelas adalah Dzaky," seru Mulyadi seraya tersenyum semringah.





Sampai peluit panjang dibunyikan, IJL Elite mampu mempertahankan keunggulannya. Selain gol tunggal Dzaky, andil dua penjaga gawang yakni Bima Aidil dan Aidil Akbar tak kalah jadi sorotan. Berulangkali duo Aidil membuat penyerang tim lawan gigit jari, penyelamatan krusial ditebarkan.

Di sesi latihan dan uji coba perdana, Mul memang mengaku ingin terlebih dahulu menguji seberapa kokohnya tembok lini belakang. Tidak heran dirinya kerap kali bongkar pasang meracik formula khusus guna meraba-raba potensi emas anak asuh.



Dari Yoga Aji, Goesty Raka, Muhammad Ferdi, Muhammad Radith, Muthi Dzulkarnaen tidak ada yang luput dari "siraman" sang juru taktik. Tezar Briantama bahkan ia ajak untuk keluar dari "zona nyaman", pos gelandang jangkar rela dijabani kapten ASIOP tersebut.



"Di IJL Elite sendiri tidak ada istilah ban serep ya, semua ada perannya masing-masing. Hebatnya memang anak-anak dibekali kecerdasan luar biasa seperti bisa main dalam dua posisi dengan sama baiknya," ujar Mul.

"Pertemuan pertama ini saya memang fokus menempa sektor lini belakang, saya punya keyakinan dari situlah character building sebuah tim terbentuk. Alhamdulillah, langsung dapat formulanya, tinggal disusun kepingan puzzle-nya," tambah Mul.










Pada satu sisi, pelatih yang sukses membawa M'Private Soccer School meraih gelar juara IJL U-13 itu mengaku beruntung anak asuhnya langsung ditempa tim sekelas Cipta Cendikia. Adrenalin IJL Elite disebutnya jauh lebih cepat terbakar.

"Cepat, ngotot dan juga bermain dengan intelegensi tinggi, anak-anak beruntung langsung bertemu dengan Cipta Cendikia, di tiap lini mereka menemukan "lawan" yang tepat. Saya rasa sebagai awalan, ini langkah jitu untuk menguji kesiapan kami terutama dari segi visi baik saat sedang dalam keadaan unggul atau balik tertekan," ujar Mul.







"Kualitas lawan yang dihadapi anak-anak dalam uji coba pastinya juga ikut membantu IJL Elite menemukan character building-nya sendiri," pungkas Mul.




  • Tags