Tembok Tebal Indonesia Muda Utara

by admin on 1 week ago




IJL.Com- Anak-anak Indonesia Muda Utara tampil militan pada laga pekan keenam IJL U-9. Sektor lini belakang mantap unjuk gigi.

Hasil menggembirakan diraih skuat Indonesia Muda Utara pada lanjutan laga pekan keenam IJL U-9, Minggu (4/8). Dua hasil imbang dibawa pulang ke Koja, Jakarta Utara usai bermain tanpa gol saat jumpa Young Warrior FA dan Serpong Jaya.

Suksesnya Indonesia Muda Utara tak lepas dari kokohnya barikade pertahanan mereka. Meski terus dikurung oleh badai serangan Young Warrior FA, anak asuh Slamet Tony sama sekali tidak gagap.

Pasukan gladiator Young Warrior dibuat kehabisan akal menembus benteng pertahanan Indonesia Muda Utara. Teramat tebal bak Tembok Besar China.

Militan. Ya, mungkin itu adalah satu kata yang paling tepat untuk menggambarkan etos kerja armada Indonesia Muda Utara. Tak ada pemain duduk diam terpaku, semuanya bahu membahu memeras keringat lebih deras.

Tony sendiri tak ragu angkat topi saat melihat jerih payah anak-anak asuhnya. Pasalnya memang bukan hal mudah untuk membuat tim sekelas Young Warrior gigit jari.

"Saya salut dengan perjuangan anak-anak, tidak mudah menahan Young Warrior karena mereka terus menerus menyerang sejak menit pertama, formula empat bek di lini belakang ternyata sangat efektif membuat pertahanan kami lebih kokoh," ujar Tony.





"Melawan Serpong Jaya, saya instruksikan ke anak-anak agar lebih enjoy, tampil menyerang tapi sayang penyelesaian akhir belum sempurna. Skor imbang lagi-lagi tidak lepas dari heroiknya lini belakang, saya salut dan pantas anak-anak meraih nilai 9," tambah Tony.





Dua hasil imbang tersebut setidaknya cukup jadi modal Indonesia Muda Utara menjaga asa untuk lolos ke babak fase play-off champions. Saat ini mereka bertengger di peringkat kedelapan klasemen sementara Grup Sensation dengan tabungan 28 poin dari 12 laga.

"Sebelum kompetisi dimulai, saya ada keyakinan kalau kekuatan anak-anak adalah yang terbaik dari segala yang terbaik, tapi saat ini saya sadar di atas langit masih ada langit," ujar Tony.



"Artinya kami harus terus introspeksi diri, lini belakang Indonesia Muda Utara sudah unjuk gigi, selanjutnya mungkin lini tengah atau depan," tandas Tony seraya tersenyum puas.




  • Tags