Valentino "El Tino" Febri; Terbang dari Subang

by admin on 2 weeks ago




IJL.Com- Seperti yang sudah diramal di awal kompetisi, Putra Sejati punya potensi menjaga tradisi perburuan gelar top-skorer. Terbang jauh-jauh dari Subang, El Tino mulai tebar ancaman.

Lini depan Putra Sejati U-11 mulai menunjukkan taringnya. 18 gol dari enam laga, tim paling produktif dibanding 33 kontestan lain. Batu lompatan yang pas untuk sang jawara bertahan.

Siapa yang tak henti tebar ancaman? Sorot lampu kini tengah mengarah pada Valentino Febri Pratama.

Enam gol sudah disarangkan oleh Tino, sapaan akrabnya. Praktis saat ini namanya bertengger di puncak cappocanieri, bersaing dengan striker Stoni Indonesia, Muhammad Athar.

Karakteristik Tino memang menarik. Tipe penyerang yang tidak malas menjemput bola. Skillnya lepas dari kawalan pemain lawan juga terbilang ciamik, begitu licin mirip-mirip Didier Drogba.

Tino termasuk algojo handal dalam urusan bola mati. Kemampuan mengeksekusi free kick tidak kalah dengan Jehan Pahlevi, pemain jebolan Putra Sejati di IJL 2017. Tajam nian.

Tak sampai disitu, Tino pun loyal dalam memberi umpan-umpan matang untuk rekan-rekan setimnya. Gol pembuka Putra Sejati ke gawang Alba FC adalah buah kejelian sang striker.

El Tino, begitu julukan untuk dirinya. Usut punya usut, agak sedikit terinspirasi dengan mantan pemain Atletico Madrid dan Timnas Spanyol, Fernando Torres.

"Iya memang betul terinspirasi dengan Fernando "El Nino" Torres. Alasannya, di depan gawang sama-sama mematikan. Saya sendiri yang beri julukan tersebut," ungkap ayah Tino, Toharis tersenyum malu.



Berbeda dengan sang ayah yang merupakan Bobotoh (sebutan untuk pendukung Persib), Tino sendiri mengaku adalah fans berat Persija. Pemain pujaannya yakni bomber berdarah Kroasia, Marko Simic.

2019 ini memang jadi debut El Tino untuk unjuk gigi di gelaran Indonesia Junior League. Jauh-jauh datang dari Subang, pemilik nomor punggung 15 itu ingin beri bukti bukan tipe pemain yang jago kandang.

Banyak risiko harus diambil oleh seorang Tino. Di usia yang masih sangat muda ia sudah ditempa mental baja. Pahit manis rela ditelan, begitu istilahnya.

"Biasanya kalau main di IJL, kami berangkat dari Subang sekitar pukul empat subuh. Tidak ada maksud lain sebenarnya, saya hanya ingin Tino bisa banyak jam terbang dan utamanya tambah teman," ujar Toharis.


"Mengeluh? Tidak, ia tidak pernah mengeluh. Sejak dari usia enam tahun Tino suka bola, ya mudah-mudahan jerih payahnya sekarang bisa berbuah menjadi pemain profesional suatu saat nanti," terangnya lagi.



"Anaknya juga kompetitif, dia biasa pakai nomor punggung 9, pas kemarin gabung di Putra Sejati kebetulan nomor tersebut sudah ada yang punya alhasil sempat tidak mau berangkat bertanding. Lama-lama ia legowo dengan angka 15, ya semoga justru lebih bawa keberuntungan," sambung Toharis.

u11-14042019-fifa-farmel-vs-putra-sejati



Sementara itu, pelatih Putra Sejati, Lucky Nurdiansyah mengakui anak asuhnya tersebut memang tengah on-fire meneror gawang lawan. Di satu sisi El Tino memang ogah kalah ganas dengan sang kolega, Risandi Ilham.

"Dia sudah menemukan bentuk permainan terbaiknya, sejatinya Tino memang penyerang haus gol. Mau kerja keras dan pantang menyerah, itu kuncinya," tutur Lucky.


"Dia beruntung disokong gelandang yang sangat kreatif, bukan cuma Sandi, ada satu gelandang lagi yaitu Ziddan yang semakin membuat Tino kian bergerak leluasa," tandas Lucky.



  • Tags